Laju Transpirasi

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

LAJU TRANSPIRASI

Dosen

Winarso D. Widodo

Ketty Suketi

 

Asisten Praktikum

Hardian Eko Prasetyo

Naili Lutfi Nugrahaeni

 

Disusun oleh :

Kelompok 1 (P1)

 

 

 

 

 

 

TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH

PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Secara alamiah tumbuhan mengalami kehilangan air melalui penguapan. Proses kehilangan air pada tumbuhan ini disebut transpirasi. Pada transpirasi, hal yang penting adalah difusi uap air dari udara yang lembab di dalam daun ke udara kering di luar daun. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk, dan bahkan dari tanah ke akar. Transpirasi penting bagi tumbuhan, karena berperan dalam hal membantu meningkatkan laju angkutan air dan garam-garam mineral, mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan panas dari tubuh, dan mengatur turgor optimum di dalam sel. (Dardjat dan Arbayah,1990).

Agar transpirasi dapat berjalan maka stomata harus membuka. Apabila stomata membuka, maka akan ada penghubung antara rongga antar sel dengan atmosfir. Kalau tekanan uap air di atmosfir lebih rendah dari rongga antar sel, uap air dari rongga antar sel akan keluar ke atmosfi. Banyaknya stomata pada tanaman berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies yang lain. Pada tanaman darat, umumnya stoma terdapat pada permukaan bawah daun dan  pada beberapa tanaman, stoma terdapat pada permukaan atas dan bawah daun.

Tujuan

            Adapun tujan dari percobaan ini adalah mengukur laju transpirasi pada dua jenis tanaman, membandingkan laju transpirasi pada dua jenis tumbuhan, mengamati jumlah stomata bagian atas dan bagian bawah daun, dan menghitung jkecepatan stomata pada daun.

TINJAUNA PUSTAKA

            Transpirasi  adalah proses pengeluaran air oleh tumbuhan dalam bentuk uap air ke atmosfer. Berdasarkan atas sarana yang digunakan untuk melaksanakan proses transpirasi dibedakan atas : transpirasi stomata, transpirasi kutikula dan transpirasi lentisel. Transpirasi penting bagi tumbuhan, karena berperan dalam hal membantu meningkatkan laju angkutan air dan garam-garam mineral, mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan panas dari tubuh, dan mengatur turgor optimum di dalam sel. (Dardjat dan Arbayah,1990).

Proses transpirasi dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor  internal antara lain seperti ukuran daun, tebal tipisnya daun, tebal lapisan lilin, jumlah rambut daun, jumlah, bentuk dan lokasi stomata (Dwidjoseputro, 1994:92), termasuk pula umur jaringan, keadaan fisiologis jaringan dan laju metabolisme. Faktor-faktor eksternal antara lain meliputi radiasi cahaya, suhu, kelembaban udara, angin dan kandungan air tanah (Dardjat dan Arbayah, 1996:64).

Stomata

               Stomata merupakan alat istimewa pada tumbuhan, yang merupakan modifikasi beberapa sel epidermis daun, baik epidermis permukaan atas maupun bawah daun. Stomata biasanya ditemukan pada bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara. Jumlah stomata beragam pada daun tumbuhan yang sama dan juga pada daerah daun yang sama (Estiti, 1995:68). Pada umunya stomata tumbuhan darat lebih banyak terdapat pada epidermis daun bagian bawah. Pada banyak jenis tumbuhan bahkan tidak ada  stomata sama sekali pada epidermis daun bagian atas (Lovelles, 1991:119). Suatu stoma terdiri atas lubang (porus) yang dikelilingi oleh 42 sel penutup, umumnya berbentuk ginjal dan mengandung kloroplas. Stomata sebagian besar tumbuhan membuka pada waktu siang hari dan menutup pada malam hari. Stomata akan membuka apabila turgor sel penutup tinggi dan apabila turgor sel penutup rendah maka stomata akan menutup (Siti Sutarmi, 1984:106). 

METODOLOGI

Waktu dan Tempat

Praktikum dilakukan di Laboraturium CA BIO 1 pada tanggal 11 September 2012, pukul 08.00 sampai dengan selesai.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah tiga buah gelas ukur 10 ml, kaca objek dan penutup, timbangan analitik, mikroskop, gunting, penggaris. Sedangkan bahan yang digunakna adalah dua ranting tanaman berbeda, untul laju traspirasi menggunakan ranting tanaman Coleus dan Pucuk merah, sedangkan untuk pengamatan stomata adalah tanaman sampang dara dan pucuk merah, minyak kelapa, kuteks bening, dan kertas kuarto.

Metode

       I.            Laju traspirasi

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  2. Memotong ranting dari dua tanamna berbeda, memasukan ke gelas ukur.
  3. Mencatat waktu ketika memasukan potongan kedalam botol ukur yang telah berisi air dan minyak kelapa.
  4. Meletakan gelas ukur dibawah terik matahari.
  5. Mencatat  perubahan setiap 30 menit, selama dua jam.
  6. Mengukur luar daun dengan cara: menimbang bobot kuarto (bk), menentukan luasnya (lk), menggambar daun pada kertas, kemudian memotongnya, menimbang bobot duplikasi daun (bd), an menghitung luas daun :  Ld = (lk x bd ) / bk. Luas bidang pandang  .

    II.            Pengamatan stomata

  1. Menggambar daun di atas kertas kuarto, kemudian menggntingnya dan menimbangnya
  2. Mengoleskan kuteks bening pada bagian atas daun dan  bagian bawah daun, lalu dibiarkan hingga kering.
  3. Menarik kuteks bening pada bagian atas dan bawah daun dengan menggunakan pinset.
  4. Meletakan kuteksnya pada kaca objek, menetesi dengan sedikit air, menutupnya dan mengamati dengan mikroskop (10 x40) jumlah stomata/mm2

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

            Ada pun hasil dari praktikum ini adalah

                           Tabel 1. Laju Transpirasi

Tanaman

Waktu

0

30

60

90

120

vol awal

 Vol

vol awal

    Vol

vol awal

    vol

vol awal

    vol

vol awal

    vol

coleus

9.88

0

8.82

1.1

8.02

1.86

7.56

2.32

7.2

2.72

pucuk merah

9.96

0

9.38

0.58

8.5

1.34

7.86

2.1

7.46

2.5

                   

Tabel 2. Luas Daun

Berat duplikasi daun

Luas daun

Coleus

Pucuk merah

Coleus

Pucuk merah

0.76

0.72

98.3

101.9

Pembahasan

Dari data diatas yang terpada di tabel satu  laju transpirasi pada tanaman coleus dan pucuk merah,  dapat  di lihat bahwa tanaman coleus dan pucuk merah  mengalami proses transpirasi yang ditandai dengan berkurangnya volume air. Pada transpirasi, hal yang penting adala difusi air dari udara yang lembab dari dalam daun ke udara yang kering diluar daun. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air kedalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk  dan bahkan dari tanah ke akar.

 Selain itu cepat lambatnya proses transpirasi juga dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam . faktor dari dalam yaitu jumlah daun, luas daun dan jumlah stomata. Luas daun mempengaruhi pergerakan uap atau gas, pada percobaan  ini dapat dilihat pada tanaman coleus  yang luas daunnya 98.3 mengalami  pengurangan volume air sabanyak 2.72 ml selama 2 jam dibawah paparan sinar matahari, sedangnkan pucuk merah luas daunnya 101.9 mengalami pengurangan air sebanyak 2.5 ml selama 2 jam dibawah paparan sinar matahari. Tanaman pucuk merah yang  luas daunnya lebih besar dari colues mengalami trasnpirasi lebih rendah.

Tabel 3. Jumlah stomata

Jumlah stomata

 Pucuk merah

sampang dara

67

70

            Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah stomata pada sampang dara lebih banyak dari pucuk merah. Jumlah stomata adalah salah satu faktor internal yang mempengaruhi laju transpirasi. Lubang stomata yang tidak bundar melainkan oval itu ada sangkut paut dengan intensitas pengeluaran air. Dan juga y letaknya yang satu sama lain di perantaian oleh suatu  jarak yang tertentu mempengaruhi intensitas penguapan. Jika lubang-lubang itu terlalu berdekatan maka penguapan dari lubang yang satu malah menghambat penguapan dari lubang yang berdekatan.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa laju transpirasi dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam, faktor dari dalam yaitu jumlah daun, luas daun dan jumlah stomata. Jumlah stomata mempengaruhi proses pengeluaran air dari tubuh tumbuhan. Sedangkan faktor dari luar yaitu cahaya, suhu dan udara. 

Saran

Dari percobaan yang telah kami lakukan, sebaiknya dalam mengerjakan praktikum ini menggunakan tanaman yang memiliki lebar daun dan jumlah stomata yang banyak agar kita dapat megetahui proses laju traspirsi dengan baik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s